NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat perputaran anggaran penyelenggaraan program makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Papua Barat mencapai sekitar Rp36 miliar setiap bulan yang berpotensi menjadi pasar bagi komoditas pangan lokal.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito B di Manokwari, Papua Barat, Jumat, mengatakan pemerintah daerah harus meningkatkan produktivitas pangan lokal guna memenuhi kebutuhan seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

"Artinya, semua kebutuhan MBG, diperoleh dari petani dan pengusaha lokal," ujarnya.

Menurut dia, setiap SPPG membutuhkan bahan baku dalam jumlah banyak untuk memproduksi makan bergizi sehingga membuka peluang pasar yang konsisten bagi komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan produk pangan lokal lainnya.