"Kalau bisa, daging ayam, telur, dan lainnya berasal dari petani lokal, bukan lagi harus didatangkan dari Makassar atau Surabaya. Supaya uang MBG itu tetap berputar di Papua Barat," ujar Harjito.
Saat ini, kata dia, jumlah dapur SPPG yang tersebar di tujuh kabupaten se-Papua Barat sebanyak 64 unit sudah termasuk 16 dapur daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang baru dilakukan aktivasi BGN.
Dapur SPPG 3T itu tersebar di enam kabupaten, yaitu Kabupaten Fakfak ada lima dapur, Manokwari Selatan empat dapur, Kaimana, Teluk Wondama, dan Manokwari masing-masing dua dapur, serta Pegunungan Arfak satu dapur.