Meski demikian Sudaryono tetap menegaskan bahwa faktor keselamatan konsumsi anak menjadi prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar di tengah masifnya ekspansi program.

"Keamanan pangan menjadi prioritas. Satu anak-pun (yang mengalami insiden akibat keamanan pangan) masih terlalu banyak," ujar Sudaryono.

BGN juga mengemukakan capaian sejak program tersebut diluncurkan pada tahun 6 Januari 2025, dimana hanya terdapat sekitar 700 tenaga kerja untuk mengendalikan kurang lebih 27.000 dapur dengan infrastruktur minim.