Pendataan tersebut mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia, mulai dari sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren hingga satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sementara sekitar 240.000 satuan pendidikan lainnya belum menerima program tersebut.

"Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG," ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, pemutakhiran data dilakukan agar perluasan MBG dapat berjalan secara terukur. BGN juga ingin memastikan perluasan layanan mempertimbangkan prioritas serta kondisi masing-masing wilayah.