Di sisi lain, BGN mengaku menerima banyak permohonan dari sekolah yang hingga kini belum mendapatkan layanan MBG.

Sudaryono mengatakan permohonan tersebut akan ditindaklanjuti. Namun, sekolah tidak otomatis langsung mendapatkan layanan karena BGN akan melakukan investigasi dan pemetaan terlebih dahulu.

"Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai," kata Sudaryono.

BGN menyatakan pemutakhiran data ini menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran MBG dilakukan kepada sasaran yang sesuai sekaligus mendukung perluasan program secara bertahap.