Dalam rancangan MBG-JICA Pilot, terdapat sejumlah area yang menjadi perhatian untuk dikaji, di antaranya pengurangan sampah dan sisa makanan, peningkatan proses pengiriman dan penyajian makanan, penguatan keterlibatan siswa dalam kegiatan makan di sekolah, serta pendidikan pangan dan gizi.
Pilot tersebut dirancang melalui dua komponen yang saling melengkapi, yakni shokkan trial di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan kegiatan shokuiku di tingkat sekolah. Melalui shokkan trial, pembelajaran diarahkan pada pengalaman di tingkat penyediaan layanan makanan, sedangkan shokuiku activities di sekolah memberikan ruang untuk memperkuat pengalaman siswa dalam memahami makanan dan gizi.
Menurut Prima, kedua pendekatan tersebut dapat memberikan perspektif yang lebih menyeluruh karena menghubungkan proses penyediaan makanan dengan pengalaman siswa sebagai penerima manfaat.