Dalam konteks tersebut, keterlibatan petani dan peternak lokal menjadi elemen strategis. Penguatan produksi di tingkat daerah dan pembenahan rantai pasok diharapkan dapat menciptakan hubungan yang saling mendukung antara peningkatan gizi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi sektor pangan.
Melalui sinergi BGN dan HKTI, Mas Dar berharap potensi pertanian dan peternakan daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan pangan nasional. Aceh yang memiliki potensi sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia, diharapkan turut mengambil peran dalam memperkuat ketersediaan pangan sekaligus memasok kebutuhan bahan pangan untuk program pemerintah.
Mas Dar juga menegaskan, program pemenuhan gizi diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi anak-anak sebagai penerima manfaat maupun bagi petani dan peternak sebagai penggerak produksi pangan nasional.