NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperkuat produksi pangan dalam negeri untuk menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI Sudaryono menegaskan pentingnya sinergi untuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi potensi pertanian dan peternakan daerah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
"Keberhasilan MBG turut ditopang oleh kemampuan Indonesia menjaga ketersediaan dan meningkatkan produktivitas pangan nasional. Pelaksanaan MBG perlu terus dikembangkan dengan tata kelola yang baik, pengadaan bahan pangan yang transparan, serta keterlibatan produsen lokal," kata pria yang akrab disapa Mas Dar itu dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Dalam kunjungannya ke Aceh pada Selasa (13/10), Mas Dar mencontohkan perkembangan produksi pertanian di wilayah tersebut yang didukung oleh perbaikan irigasi, penyediaan pompa air, pupuk, serta benih.
Menurutnya, intervensi tersebut membantu petani meningkatkan frekuensi panen dan produktivitas lahan, termasuk pada wilayah yang sebelumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun.
"Upaya serupa perlu terus diperkuat agar pasokan pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan fenomena El Nino," ujar dia.
Mas Dar menambahkan, pemenuhan kebutuhan pangan dalam pelaksanaan MBG perlu didukung oleh produksi domestik yang kuat, mulai dari sumber karbohidrat hingga protein hewani. Selain beras dan jagung, ketersediaan telur, ayam, ikan, serta susu menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan petani dan peternak lokal menjadi elemen strategis. Penguatan produksi di tingkat daerah dan pembenahan rantai pasok diharapkan dapat menciptakan hubungan yang saling mendukung antara peningkatan gizi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi sektor pangan.
Melalui sinergi BGN dan HKTI, Mas Dar berharap potensi pertanian dan peternakan daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan pangan nasional. Aceh yang memiliki potensi sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia, diharapkan turut mengambil peran dalam memperkuat ketersediaan pangan sekaligus memasok kebutuhan bahan pangan untuk program pemerintah.
Mas Dar juga menegaskan, program pemenuhan gizi diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi anak-anak sebagai penerima manfaat maupun bagi petani dan peternak sebagai penggerak produksi pangan nasional.