Ia mengatakan sampel makanan diduga menyebabkan kejadian menonjol telah diserahkan kepada Balai Pengawasan Obat Makanan (BPOM) untuk uji laboratorium.
"Seluruh dampak akibat kejadian menonjol tersebut telah ditangani BGN dan Satuan Tugas MBG Kota Banda Aceh. Waktu pengujian laboratorium disebutkan BPOM hingga pekan depan," katanya.Muhammad Fahry menyebutkan pihaknya akan memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan pengawasan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mitigasi risiko sejenis di masa mendatang.
"Mengacu pada alur operasional penanganan krisis, penjelasan lebih lanjut disampaikan Kedeputian Pemantauan dam Pengawasan BGN RI di Jakarta," kata Muhammad Fahry.