NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) RI menginvestigasi dugaan keracunan sejumlah pelajar SMP Negeri di Banda Aceh usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator BGN Wilayah Kota Banda Aceh Muhammad Fahry di Banda Aceh, Jumat, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
"Sebagai tindak lanjut, sesuai standar operasional prosedur dari Kedeputian Pemantauan dam Pengawasan BGN RI, SPPG yang menyebabkan kejadian menonjol diberhentikan sementara untuk proses investigasi menyeluruh," kata Muhammad Fahry.
Sebelumnya, sejumlah pelajar SMP Negeri 4 Banda Aceh dilaporkan dirawat di Rumah Sakit Kesdam, Banda Aceh, pada Kamis (29/10). Mereka dibawa ke rumah sakit diduga keracunan usai mengonsumsi MBG.
Hingga Kamis (29/10) pukul 20.00 WIB, kata Muhammad Fahry, sebanyak lima pelajar putri dan seorang guru terkonfirmasi dalam keadaan baik. Terhadap mereka, masih dilaksanakan observasi pada fasilitas kesehatan.
Muhammad Fahry menyebutkan menu yang disajikan pada Program MBG tersebut terdiri nasi, ikan tuna tumis Aceh, tempe orek, tumis labu siam, dan pisang.
Ia mengatakan sampel makanan diduga menyebabkan kejadian menonjol telah diserahkan kepada Balai Pengawasan Obat Makanan (BPOM) untuk uji laboratorium.
"Seluruh dampak akibat kejadian menonjol tersebut telah ditangani BGN dan Satuan Tugas MBG Kota Banda Aceh. Waktu pengujian laboratorium disebutkan BPOM hingga pekan depan," katanya.Muhammad Fahry menyebutkan pihaknya akan memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan pengawasan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mitigasi risiko sejenis di masa mendatang.
"Mengacu pada alur operasional penanganan krisis, penjelasan lebih lanjut disampaikan Kedeputian Pemantauan dam Pengawasan BGN RI di Jakarta," kata Muhammad Fahry.