NADIKABAR.COM — Juru Bicara (Jubir) Badan Gizi Nasional (BGN) Tysa Novenny menanggapi kabar dugaan Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Purwakarta mencambuk Kepala SPPG Purwakarta di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor yang videonya viral di media sosial. BGN disebut telah menerjunkan tim untuk menginvestigasi kasus tersebut.

"Saat ini tim kami tengah turun ke lapangan untuk investigasi," kata Tysa dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Tysa mengatakan jika hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran hukum, maka pihak terkait terancam penonaktifan dari jabatannya. BGN, lanjut dia, juga menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

"Namun, jika dari hasil proses hukum ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka yang terbukti melanggar hukum akan di-nonaktifan dari jabatannya. Kasus tengah ditangani Polres Bogor," ucap dia.

Ia mengatakan kasus tersebut kini ditangani oleh BGN di pusat. Pekan depan, baik terduga pelaku dan korban akan dipanggil oleh BGN.

"Update terbaru kasus ini ditarik ke pusat, untuk di BAP, keduanya akan diperiksa kemungkinan minggu depan," ujar dia.

Tysa mengatakan BGN sudah membentuk tim untuk menelusuri peristiwa melibatkan pegawainya. Ia menekankan terkait hukuman disiplin atas perilaku yang diperbuat.

"Kita sudah buat tim khusus yang terdiri dari SDMO, KPPG terkait, Irtama dan Biro Hukum BGN. Jika terbukti ada pelanggaran, maka akan dijatuhkan hukuman disiplin yang sesuai dengan tindakan yang mereka lakukan," tambahnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap identitas diduga pelaku dan korban dalam video viral pria dicambuk di kantor KPPG Bogor, Jawa Barat (Jabar). Diduga pelaku merupakan Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) berinsial GD dan korban Kepala SPPG Purwakarta inisial RAN.

"Diduga pelaku penganiayaan adalah Kordinator Wilayah Purwakarta GD dan korban adalah salah satu Kepala SPPG Purwakarta RAN," kata Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam, Jumat (16/10/2026).

Untuk diketahui, seorang pria terekam kamera dicambuk oleh seseorang di dalam salah satu ruangan di kantor KPPG Bogor, Jawa Barat dan viral di media sosial. Kepala KPPG Bogor Haidir mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/10) sekitar pukul 15.00 WIB.

Haidir menyebut, pihaknya masih mendalami pemicu kejadian kekerasan tersebut. Haidir juga mengaku sudah berkoordinasi dengan BGN untuk menentukan sanksi untuk pelaku.

"Pertama memang kemarin kami secara langsung sudah menegur dengan keras terhadap kedua SPPI tersebut, dan menyampaikan bahwa itu tidak boleh terjadi," kata Kepala KPPG Bogor Haidir, Jumat (16/10/2026).

"Kedua, kami juga berkoordinasi dengan pimpinan kami di Jakarta (Kepala BGN) untuk mendapatkan arahan, seperti apa nanti mungkin punishment yang akan diberikan," lanjutnya.