Selain membantu pendataan dan edukasi, ia mendorong kader posyandu untuk berperan aktif dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Kader dapat menjadi mitra BGN dalam memantau proses penyediaan makanan di SPPG, termasuk kesesuaian proses memasak, penerapan standar operasional prosedur (SOP), hingga ketepatan waktu distribusi.

"Kami juga membuka ruang bagi kader posyandu untuk berkolaborasi dengan dapur-dapur SPPG. Mereka bisa melihat, memeriksa, dan memastikan apakah proses memasaknya sudah benar, SOP-nya dijalankan, serta bagaimana distribusinya. Kami ingin kader posyandu menjadi mata dan telinga BGN di lapangan," tuturnya.

Menurut dia, partisipasi publik menjadi unsur penting untuk menjaga kualitas penyelenggaraan program. Keterlibatan masyarakat, termasuk kader posyandu yang berada dekat dengan penerima manfaat, dapat membantu BGN memperoleh informasi mengenai kondisi aktual di lapangan sehingga perbaikan dapat dilakukan secara lebih responsif.