Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN mengambil sejumlah tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang menyediakan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Operasional dapur itu untuk sementara dihentikan atau disuspend. Selain itu, kepala dapur atau kepala SPPG dicopot.
"Untuk dapurnya kita suspend. Kepala dapurnya juga kita berhentikan. Ini bagian dari tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi," ujar Trenggono.
BGN juga melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui akar persoalan. Pemeriksaan tidak hanya berhenti pada dugaan kelalaian, tetapi juga untuk memastikan apakah terdapat unsur lain dalam kejadian tersebut.
Hingga saat ini belum ada penetapan tersangka. Trenggono mengatakan proses hukum tetap terbuka apabila dalam penyelidikan ditemukan unsur pelanggaran hukum.
"Belum ada tersangka. Sekarang fokus kita adalah bagaimana seluruh korban pulih. Investigasi tetap berjalan," tegasnya.
Trenggono menegaskan BGN sebenarnya telah memiliki SOP yang ketat terkait pelaksanaan program MBG, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.
Pengawasan juga dilakukan secara berkala, termasuk pemantauan harian melalui sistem komunikasi langsung terhadap pelaksanaan dapur di berbagai wilayah.