"Salah satu ruko itu memang adalah ruko yang merupakan gudang untuk supplier buah. Tapi setidaknya dapat kami pastikan bahwa sampai sejauh ini penyaluran MBG, baik dari segi pasokan bahan pangannya, masih berjalan normal," ujar Tysa.
Dalam keterangan di situs BGN, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan berdasarkan data pada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN, tidak terdapat SPPG yang beroperasi maupun yang sedang dalam tahap persiapan di lokasi ledakan.
Ketut juga menegaskan berdasarkan pendalaman tim di lapangan bangunan di lokasi tersebut digunakan oleh pihak lain sehingga tidak ada hubungan langsung dengan pelaksanaan program MBG.
"Berdasarkan data yang kami miliki di Pusdatin BGN, tidak ada SPPG yang beroperasi maupun dalam tahap persiapan di lokasi tersebut. Kami juga sudah melakukan pendalaman di lapangan dan mendapatkan informasi bahwa bangunan dilokasi digunakan oleh pihak lain, bukan untuk operasional SPPG. Jadi tidak ada keterkaitan langsung dengan program MBG," ucap Ketut.
BGN terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kejadian tersebut tersampaikan secara akurat sekaligus memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.