NADIKABAR.COM — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh SpaceX membatasi akses ke layanan Starlink versi militernya, yaitu Starshield, yang pada dasarnya melumpuhkan misi serangan drone Ukraina dan sistem pertahanan udara krusial.
Selasa malam waktu setempat, militer Ukraina melaporkan sistem komunikasi satelit Starlink yang diproduksi oleh SpaceX namun di Ukraina dikelola oleh pemerintah Amerika Serikat, tidak lagi berfungsi pada terminal yang bergerak dengan kecepatan di atas 160 km/jam.
Ukraina memasang penerima sinyal Starlink milik SpaceX pada banyak drone sebagai bagian sistem pemandu bawaan. Menurut pihak Ukraina, perubahan diberlakukan tanpa penjelasan apa pun dari AS.
Pembatasan melumpuhkan sebagian besar drone yang digunakan Ukraina untuk menyerang jauh ke garis belakang pertahanan musuh, serta menghambat sistem pertahanan udara yang bertugas menghentikan drone Rusia dalam membombardir Kyiv.
Ukraina menggunakan sistem Starlink untuk mengarahkan banyak drone jarak menengah menuju target. Drone Shahed milik Rusia terbang dengan kecepatan mendekati 320 km/jam, sehingga pembatasan baru ini berarti drone pencegat Ukraina tidak memiliki peluang untuk mengejarnya.
Sebagai catatan, Starlink tidak digunakan untuk misi jarak jauh Ukraina yang sukses menargetkan kilang minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir.