"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan pemerintah AS. Segala batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS," kata Musk, merujuk pada Donald Trump.

Gedung Putih belum mengonfirmasi atau membantah pernyataan Musk. Namun, pemerintahan Trump memang menekan Ukraina untuk membatasi serangan terhadap target-target energi di dalam wilayah Rusia.

Dalam wawancara dengan Piers Morgan, Zelenskyy mengaku merasa dikhianati secara pribadi oleh Trump dan menyatakan Kyiv kehilangan mitra yang kuat. "Keputusan ini akan membawa banyak korban jiwa tentu saja, banyak orang akan mati," katanya.

Di AS, Partai Demokrat mengecam keras. "Trump membuat pilihan dan ini secara langsung membantu pembantaian Putin terhadap warga sipil Ukraina," tulis politisi Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS dalam unggahan di X.

Senator Partai Republik, Tom Tillis, juga menyuarakan kekhawatiran di X. "Mendukung kedaulatan Ukraina atau setidaknya, membiarkannya terjadi tidak seharusnya menjadi area abu-abu bagi pemerintah AS maupun perusahaan-perusahaan Amerika," sebutnya.