NADIKABAR.COM — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh SpaceX membatasi akses ke layanan Starlink versi militernya, yaitu Starshield, yang pada dasarnya melumpuhkan misi serangan drone Ukraina dan sistem pertahanan udara krusial.
Selasa malam waktu setempat, militer Ukraina melaporkan sistem komunikasi satelit Starlink yang diproduksi oleh SpaceX namun di Ukraina dikelola oleh pemerintah Amerika Serikat, tidak lagi berfungsi pada terminal yang bergerak dengan kecepatan di atas 160 km/jam.
Ukraina memasang penerima sinyal Starlink milik SpaceX pada banyak drone sebagai bagian sistem pemandu bawaan. Menurut pihak Ukraina, perubahan diberlakukan tanpa penjelasan apa pun dari AS.
Pembatasan melumpuhkan sebagian besar drone yang digunakan Ukraina untuk menyerang jauh ke garis belakang pertahanan musuh, serta menghambat sistem pertahanan udara yang bertugas menghentikan drone Rusia dalam membombardir Kyiv.
Ukraina menggunakan sistem Starlink untuk mengarahkan banyak drone jarak menengah menuju target. Drone Shahed milik Rusia terbang dengan kecepatan mendekati 320 km/jam, sehingga pembatasan baru ini berarti drone pencegat Ukraina tidak memiliki peluang untuk mengejarnya.
Sebagai catatan, Starlink tidak digunakan untuk misi jarak jauh Ukraina yang sukses menargetkan kilang minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir.
Starshield adalah unit bisnis SpaceX yang mengembangkan sistem satelit militer dan intelijen untuk Pentagon. Layanan Starshield terpisah dari layanan broadband komersial Starlink, meskipun perbedaan di antara keduanya terkadang bias.
Starlink tidak dapat digunakan untuk tindakan militer ofensif, kata SpaceX, melainkan hanya untuk kegiatan defensif atau penggunaan oleh klien sipil.
Starshield mengizinkan kemampuan tersebut dan menggunakan enkripsi tingkat lanjut untuk mengirim informasi sensitif. Selain itu, Starshield memberikan kemampuan untuk mengintegrasikan sensor pada objek seperti drone.
Dikutip NadiKabar dari Guardian, komunikasi aman Starshield bergantung pada Starlink, jaringan yang terdiri dari 11.000 satelit di luar angkasa.
Musk mengatakan militer Ukraina terhubung dengan Starshield, karena Starlink tidak dilisensikan untuk klien yang menggunakan senjata. Ia menambahkan segala gangguan pada Starshield yang dialami Ukraina menjadi tanggung jawab pemerintah AS, bukan SpaceX.
"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan pemerintah AS. Segala batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS," kata Musk, merujuk pada Donald Trump.
Gedung Putih belum mengonfirmasi atau membantah pernyataan Musk. Namun, pemerintahan Trump memang menekan Ukraina untuk membatasi serangan terhadap target-target energi di dalam wilayah Rusia.
Dalam wawancara dengan Piers Morgan, Zelenskyy mengaku merasa dikhianati secara pribadi oleh Trump dan menyatakan Kyiv kehilangan mitra yang kuat. "Keputusan ini akan membawa banyak korban jiwa tentu saja, banyak orang akan mati," katanya.
Di AS, Partai Demokrat mengecam keras. "Trump membuat pilihan dan ini secara langsung membantu pembantaian Putin terhadap warga sipil Ukraina," tulis politisi Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS dalam unggahan di X.
Senator Partai Republik, Tom Tillis, juga menyuarakan kekhawatiran di X. "Mendukung kedaulatan Ukraina atau setidaknya, membiarkannya terjadi tidak seharusnya menjadi area abu-abu bagi pemerintah AS maupun perusahaan-perusahaan Amerika," sebutnya.