"Kalau semua syarat terpenuhi, kita akan uji coba penyaluran MBG untuk 100-200 porsi dulu. Setelah berjalan sesuai SOP, baru kita menyasar seluruh penerima manfaat," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala BGN turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah serta masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di Kepri.
Dia menyebut MBG merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, termasuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
"Program ini sangat baik apabila dikelola, lalu direncanakan dan diselenggarakan sesuai ketentuan BGN. Kita ingin menciptakan MBG berkualitas dan tepat sasaran," ungkap Trenggono.
Ia turut menyoroti masih banyak wilayah 3T di Kepri yang membutuhkan penambahan SPPG, contohnya di Lingga yang juga termasuk daerah dengan prevalensi tinggi stunting.
Trenggono telah menginstruksikan Kepala Regional MBG Kepri untuk menghimpun data dapur SPPG yang siap dioperasikan, terlebih di wilayah 3T.