NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan 1.000-5.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerapkan metode prasmanan dalam menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) hingga akhir tahun. Saat ini, baru ada 62 SPPG yang menerapkan metode tersebut di sejumlah daerah, mulai dari Merauke, Pulau Madura, Jawa, hingga Riau.

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan BGN merencanakan piloting MBG Prasmanan selama dua minggu. Apabila pelaksanaannya tidak menghadapi kendala signifikan, BGN akan memperluas metode tersebut hingga 5.000 dapur MBG hingga akhir 2026.

"Kalau tidak terjadi masalah yang begitu signifikan, kami rencananya sampai dengan akhir tahun menargetkan paling tidak minimal 1.000 sampai dengan 5.000 dapur sudah bisa melaksanakan MBG dengan cara prasmanan," ujar Sudaryono dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/10/2026).

Sudaryono menilai penerapan metode prasmanan memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya terlihat dari tingkat konsumsi makanan yang relatif tinggi, sehingga makanan yang disajikan cenderung habis dikonsumsi oleh peserta didik.