Menurutnya, kesiapan operasional menjadi aspek penting sebelum SPPG mulai melayani penerima manfaat. Keberadaan bangunan saja belum cukup, karena pengelola juga perlu memperoleh pelatihan dan pendampingan agar proses penyediaan makanan memenuhi standar yang telah ditetapkan BGN.

"Setelah peresmian, tentu kami akan terus melakukan pendampingan dan mempersiapkan SPPG agar tidak terburu-buru beroperasi. Kami ingin memastikan makanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kualitas yang diharapkan, kebutuhan gizi penerima manfaat terpenuhi, dan makanan yang disajikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak," tutur Tysa.