Dalam kunjungannya ke Aceh untuk pelantikan pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada Selasa (13/10), Mas Dar juga menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan MBG turut ditopang oleh kemampuan Indonesia menjaga ketersediaan dan meningkatkan produktivitas pangan nasional.
"Misalnya, perkembangan produksi pertanian di Aceh ini juga didukung oleh perbaikan irigasi, penyediaan pompa air, pupuk, serta benih. Intervensi tersebut membantu petani meningkatkan frekuensi panen dan produktivitas lahan, termasuk pada wilayah yang sebelumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun," ucap Mas Dar.
Upaya serupa perlu terus diperkuat agar pasokan pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan fenomena El Nino.