NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) membuat ketentuan baru dalam menjalankan program makan bergizi gratis (MBG), termasuk pemenuhan bahan baku MBG. Mulai 1 November, susu dalam program MBG harus berasal dari peternak lokal.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat penyerapan produk pangan dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Hal tersebut disampaikan Sudaryono, saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) HKTI Provinsi Aceh pada Selasa (13/10) kemarin.
Ia menyoroti pentingnya menghubungkan kebutuhan pangan dalam pelaksanaan MBG dengan potensi produksi pertanian dan peternakan di daerah. BGN telah membuka kembali kesempatan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyediakan susu dalam menu MBG. Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas pasar bagi peternak lokal melalui penggunaan susu segar yang berasal dari produksi dalam negeri.
"Mulai 1 November tahun ini, susu yang dibagikan kepada anak-anak kita di sekolah harus sesuai dengan ketentuan yang kami putuskan, yakni 80 persen harus susu segar yang berasal dari peternak lokal," ujar Sudaryono dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).