βDengan kondisi higher for longer di Amerika, DXY naik, US yield naik, itu menyebabkan juga aset di Amerika lebih menarik dibandingkan dengan yang lain. Ini yang tentunya harus bisa kita counter. Caranya bagaimana? Kita mengenalkan yang namanya kebijakan insentif untuk biaya hedging,β jelas Destry.
Dalam RDG September 2026 ini, BI mengumumkan peningkatan insentif instrumen swap beli lindung nilai konvensional kepada BI dalam rangka transaksi underlying pendanaan luar negeri yang mencakup transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment (FDI) melalui pengurangan premi dari semula 12,5 persen untuk semua tenor menjadi sebesar 15 persen untuk tenor 3 bulan, 20 persen untuk tenor 6 bulan, dan 25 persen untuk tenor 12 bulan.
BI juga meningkatkan insentif untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) lindung nilai kepada BI dalam rangka transaksi underlying pendanaan luar negeri yang mencakup transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri oleh bank, dan FDI melalui pengurangan premi dari semula 15 persen menjadi sebesar 25 persen untuk tenor 6 bulan dan 30 persen untuk tenor 12 bulan.
Selain itu, BI melanjutkan pemberian insentif bagi transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra untuk diversifikasi transaksi valas berupa penambahan premi swap beli lindung nilai (swap jual lindung nilai kepada BI) sebesar 10 persen, serta pengurangan premi DNDF jual lindung nilai sebesar 10 persen.
Pada RDG September, BI memutuskan untuk kembali mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga tetap masing-masing 4,75 persen dan 6,5 persen.