Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun menjadi 2,32 miliar dolar AS pada September 2026 dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,54 miliar dolar AS, sejalan dengan penurunan impor migas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor migas.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-September 2026 mencatat surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS.