NADIKABAR.COM — Bank Indonesia buka suara soal penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Pagi ini, dolar AS menekan rupiah hingga ke level US$ 18.000.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea buka suara terkait perkembangan tersebut. Menurutnya di tengah meningkatnya sentimen global yang mendorong penguatan dolar AS dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut.

Meski begitu, secara umum, Erwin bilang pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28% secara quarter-to-date (QTD). Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar US$ 146,3 miliar pada akhir September 2026.

"Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik," kata Erwin dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).