Salah satu capaian strategis diwujudkan melalui business matching dengan pembeli internasional, Ben Helen Trading dari Belanda. Dalam penjajakan tersebut, CV Boga Rinset Indonesia (Cuan-Q) mencatat potensi kesepakatan bisnis senilai Rp1,3 miliar, sedangkan PT Sejiwa Kreasi Bersama (Tepa Selira) sebesar Rp3,1 miliar untuk periode satu tahun ke depan.
Secara keseluruhan, kedua penjajakan tersebut memiliki potensi nilai bisnis mencapai Rp4,4 miliar. Capaian ini memperkuat peran ISEF sebagai platform promosi sekaligus fasilitasi perluasan akses pasar dan kemitraan internasional bagi UMKM Jakarta.
Iwan mengatakan, partisipasi UMKM Jakarta dalam ISEF 2026 mencerminkan kesinambungan upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan kapasitas usaha melalui penguatan kualitas produk, inovasi, dan kesiapan memasuki pasar yang lebih kompetitif.
βMelalui program IKRA dan fasilitasi pengembangan UMKM lainnya, KPwBI Provinsi DKI Jakarta mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah produk, mengembangkan jejaring pemasaran, serta mengoptimalkan potensi bisnis dalam rantai nilai industri halal,β kata Iwan.
Pendekatan ini, sambung dia, diharapkan mampu memperkuat posisi produk lokal dan meningkatkan kesiapan UMKM untuk menjangkau pasar domestik maupun internasional.