"Kami mendukung peta jalan G20 untuk pembayaran lintas negara agar transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses. Perbaikan ini akan memberi manfaat bagi dunia usaha, memfasilitasi perdagangan internasional, serta mendorong inklusi keuangan," tutur Destry dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).
Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Indonesia mendorong pembayaran QR lintas negara dan transaksi mata uang lokal untuk meningkatkan efisiensi pembayaran, mendukung perdagangan, dan memperluas inklusi keuangan.
Di dalam negeri, Bank Indonesia juga memperluas manfaat digitalisasi keuangan melalui penggunaan QRIS oleh generasi muda dan UMKM untuk membangun rekam jejak transaksi digital dan meningkatkan akses ke pembiayaan formal.
Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dalam pertemuan IMF-World Bank menyepakati Agenda Kebijakan Global (Global Policy Agenda) untuk memperkuat ketahanan ekonomi dunia. Agenda ini mencakup pemeliharaan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, perbaikan iklim usaha dan modernisasi pasar tenaga kerja untuk mendukung pertumbuhan sektor swasta, serta pemanfaatan AI dan digitalisasi yang didukung investasi pada infrastruktur digital dan energi berkelanjutan.