Menurut dia, BI telah mempertemukan 50 UMKM dengan perbankan syariah melalui business matching dalam salah satu pelaksanaan Program PINISI dan dari pertemuan tersebut terdapat pelaku usaha yang berhasil mendapatkan pasangan pembiayaan.

"Setelah itu ada perwakilan Kadin yang menyampaikan masih ada sekitar 100 UMKM yang mengantre, tetapi pada tahap awal baru 50 yang dipertemukan karena keterbatasan waktu dan proses untuk meyakinkan perbankan," ujarnya.

Destry mengungkapkan salah satu kendala UMKM dalam memperoleh pembiayaan adalah belum tersedianya laporan keuangan dan rekam jejak pengelolaan usaha yang menjadi bagian dari pertimbangan perbankan dalam menilai kelayakan calon debitur.