Oleh sebab itu, BI mendorong UMKM binaannya meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha termasuk menyiapkan laporan keuangan sehingga tidak hanya mampu memproduksi dan menjual barang tetapi juga memenuhi persyaratan untuk mengakses sumber pembiayaan formal.

Ia menegaskan perluasan akses pembiayaan UMKM membutuhkan sinergi antara BI, perbankan, pelaku usaha, Kadin, dan pemangku kepentingan lainnya agar semakin banyak UMKM yang naik kelas dan mampu memanfaatkan pembiayaan formal untuk memperluas kegiatan usahanya.

"Kami ingin seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia membantu UMKM-UMKM tersebut supaya mereka juga mempunyai akses kepada sektor perbankan," kata Destry.