NADIKABAR.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menghitung proyeksi ekonomi di Pulau Dewata tumbuh hingga 5,9 persen pada 2026 atau melampaui capaian 2025 sebesar 5,82 persen.
“Kami bersama-sama menjaga secara konsisten pertumbuhan ekonomi Bali, stabilitas ekonomi Bali,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di sela Temu Wirasa 2026 di Denpasar, Bali, Jumat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, pada triwulan I-2026, ekonomi di Bali tumbuh sebesar 5,58 persen dan pada triwulan II tumbuh lebih tinggi mencapai 5,78 persen.
Sedangkan untuk triwulan III masih berjalan dan akan diumumkan BPS Bali rencananya pada awal pekan pertama November 2026.
Untuk inflasi, pihaknya memperkirakan masih bergerak pada sasaran atau target rentang 1,5-3,5 persen.
Adapun sektor yang berkontribusi menopang ekonomi di Bali yaitu investasi, konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah hingga pertanian.
Sedangkan proyeksi pergerakan ekonomi di Bali didapat dari data yang diberikan oleh responden melalui survei konsumsi rumah tangga, penjualan ritel, dunia usaha, properti, hingga utilitas dan infrastruktur dari PLN, PDAM dan ASDP untuk memantau aktivitas ekonomi masyarakat serta arus barang dan penumpang.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam kesempatan yang sama mengungkapkan sebesar 66 persen ekonomi di Bali didongkrak oleh sektor pariwisata.
Ia optimistis ekonomi di Bali tumbuh positif melampaui 2025 bahkan berpeluang menembus enam persen dengan tolok ukur salah satunya yaitu kedatangan wisatawan mancanegara yang rata-rata per hari menembus 22-25 ribu orang.
Adapun pada 2025, jumlah wisman di Bali mencapai 7.050.000 yang datang melalui jalur udara, belum termasuk jalur kapal pesiar, dan belum termasuk wisatawan domestik mencapai 9,3 juta orang.
Capaian wisman itu tertinggi dibandingkan 2019 yaitu mencapai 6,28 juta orang.
Untuk mendorong ekonomi di Bali terus tumbuh, Koster menerapkan kemandirian ekonomi misalnya melalui pemanfaatan produk pertanian lokal, hingga kebijakan mendukung pelaku UMKM dan kemandirian energi.
Pembenahan juga dilakukan di antaranya dalam mengatasi kemacetan, transportasi ramah lingkungan hingga pengembangan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang positif itu.
“Jadi sebenarnya yang ingin saya bangun agar ekonomi Bali berputar di Bali dari hulu sampai hilir,” ucapnya.