Ia menyebutkan halal food Indonesia berada di peringkat ketiga, Muslim friendly travel peringkat keenam, islamic finance peringkat ketujuh, halal pharmaceuticals and cosmetics peringkat keempat, serta islamic media themed and recreation berada diperingkat ketiga dunia.
Dalam hal ini, ujar Destry, Indonesia masih memiliki ruang untuk meningkatkan kontribusi sebagai produsen sekaligus pemasok berbagai kebutuhan ekonomi syariah dunia.
Menurut dia, kekuatan Indonesia antara lain terlihat dari modest fashion dan makanan halal yang telah memiliki penerimaan di pasar internasional termasuk ketika produk makanan halal Indonesia dipasarkan di Jepang, Korea Selatan, dan Australia.
"Walaupun mereka bukan negara Muslim, mereka sangat menghargai syariat-syariat yang ada dalam agama Islam," ujarnya.
Destry menilai peluang sebagai pemasok global juga terbuka pada sektor pariwisata ramah Muslim namun pengembangannya perlu dilakukan secara lebih terintegrasi agar berbagai kebutuhan wisatawan dapat dipenuhi dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.