Di sisi lain, ia mengingatkan penguatan sektor keuangan syariah masih diperlukan karena posisi Indonesia dalam pemeringkatan ekonomi syariah global yang kini berada diperingkat keempat, turun dari sebelumnya yakni posisi ketiga sebelumnya.

Bahkan, kata dia, sejumlah negara ASEAN mulai membidik peran sebagai pusat keuangan syariah seperti Thailand dan Filipina.

Destry menekankan penguatan sektor keuangan dinilai penting untuk menopang ekspansi pelaku usaha dan industri halal Indonesia sehingga kapasitas produksi, pembiayaan, dan akses pasar dapat berkembang sejalan dengan permintaan global.

Dengan basis produk halal dan modest fashion yang telah menembus pasar luar negeri serta peluang pada sektor lainnya, tambah dia, Indonesia memiliki ruang untuk memperbesar perannya dalam rantai pasok ekonomi syariah dunia sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pasar global tersebut.