Khusus Jawa Timur, kata dia, potensi tersebut diperkuat dengan lebih dari 97 persen penduduk Muslim, lebih dari 7.000 pesantren, dan lebih dari 600 ribu santri.
Sejauh ini, kata Ibrahim, BI telah mendampingi 463 pondok pesantren dalam pengembangan unit usaha serta memfasilitasi sertifikasi halal bagi lebih dari 2.000 pelaku usaha dan lebih dari 270 juru sembelih halal.
Ibrahim mengatakan upaya lain yang dilakukan BI untuk mendukung dampak nyata ekonomi dan keuangan syariah adalah melalui penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 yang berlangsung pada 21–27 September di Surabaya.
Fesyar Jawa tahun ini diarahkan untuk beranjak dari sekadar ajang pameran menjadi platform yang menghasilkan dampak ekonomi secara langsung dan selaras dengan agenda pembangunan nasional.
"Tahun ini kita ingin melangkah lebih jauh dari showcase menuju pengembangan yang lebih impactful dengan dampak yang semakin inklusif dan selaras dengan agenda pengembangan nasional," ujarnya.