"Potensi ini terus kita dorong agar semakin produktif dan terintegrasi sehingga Jawa Timur dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi syariah," ujar Ibrahim.

Penguatan peran tersebut pun menjadi salah satu fokus Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 yang digelar di Surabaya pada 21–27 September melalui pengembangan rantai halal, wakaf untuk pendidikan, dan pembiayaan perumahan bagi guru madrasah serta pesantren.

Melalui penguatan basis ekonomi tersebut, tambah Ibrahim, Jawa Timur diarahkan tidak hanya menjadi pasar bagi produk dan layanan syariah tetapi juga menjadi bagian penting dari pengembangan halal value chain dan penguatan ekonomi serta keuangan syariah nasional secara inklusif dan berkelanjutan.