Dia mencatat perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif. Namun, di sisi lain, rata-rata pengeluaran atau spending wisman justru mengalami penurunan.

"Kalau kita lihat, spending atau pengeluaran dari turis itu mengalami penurunan. Pernah hampir 1.400 dolar AS per orang, sekarang di bawah 1.300 dolar AS," ujarnya.

Karena itu, menurut Aida, kemudahan transaksi menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk mendorong wisman meningkatkan pengeluaran selama berada di Indonesia.

Dia menilai pola transaksi masyarakat yang semakin bergeser ke pembayaran digital dapat menjadi gambaran bagaimana kemudahan pembayaran dapat mendorong aktivitas konsumsi. Kemudahan tersebut memungkinkan wisatawan melakukan transaksi secara spontan di berbagai titik, termasuk ketika membeli makanan atau minuman dari pelaku usaha lokal.