"Artinya adalah kemudahan bertransaksi. Dan itu yang harus kita lakukan, semuanya, bagaimana mempermudah si wisman ini untuk datang ke kita, kemudian bisa spending, melakukan pembelian-pembelian, sehingga spending-nya akan mengalami peningkatan," jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Bank Indonesia bersama kementerian/lembaga dan asosiasi terus memperluas implementasi QRIS antarnegara. Saat ini, konektivitas QRIS antarnegara telah tersedia dengan enam negara.

Meski demikian, Aida menilai ruang pengembangannya masih besar. Sebab, wisatawan dari enam negara yang telah terhubung dengan QRIS antarnegara baru mencakup sekitar 40 persen dari total wisman yang datang ke Indonesia.

"Jadi kita masih harus men-tapping 60 persen lagi dari si wisman tadi, supaya tambah banyak yang datang, spending-nya juga menjadi tambah banyak," pungkasnya.