NADIKABAR.COM β Bank Indonesia (BI) mengurangi penggunaan intervensi melalui transaksi spot dengan porsinya kini sekitar 30 persen dari total intervensi yang dilakukan.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan pengurangan intervensi spot dilakukan karena instrumen tersebut dinilai lebih mahal, sementara BI kini lebih fokus memperluas penggunaan instrumen lain seperti Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Non-Deliverable Forward (NDF).
βKita intervensi pun sekarang kita sudah sangat mengurangi intervensi yang mahal. Intervensi yang mahal itu adalah melalui spot. Melalui spot sekarang jumlahnya sudah tinggal sekitar 30 persen dari total intervensi yang kami lakukan,β ujar Destry dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Senin.
Dalam transaksi spot, BI melakukan transaksi valuta asing (valas) secara langsung di pasar untuk meredam tekanan terhadap rupiah.
Berbeda dengan spot, DNDF dan NDF merupakan instrumen derivatif valas yang penyelesaiannya tidak dilakukan lewat penyerahan dolar AS secara langsung.