Destry menuturkan upaya menarik investasi tak hanya diarahkan pada investasi portofolio, tetapi juga investasi langsung.
Sementara itu, BI memberikan insentif berupa hedging cost untuk mendorong masuknya investasi portofolio ke dalam negeri. Insentif itu kini juga dapat digunakan untuk pinjaman luar negeri yang mendukung kegiatan kredit maupun investasi.
"Kalau untuk portfolio investment itu kami sudah melakukan dengan apa yang kami berikan hedging cost tersebut. Bahkan sekarang underlying-nya pun kalau dia digunakan untuk melakukan investasi, bukan hanya di portfolio tapi juga dalam bentuk pinjaman luar negeri yang bisa digunakan untuk mereka untuk kredit ataupun untuk investasi itu juga kita berikan hedging cost," ujarnya pula.
Kebijakan tersebut masih bersifat sementara dan penerapannya akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan data serta kebutuhan stabilisasi nilai tukar.
"Tapi memang ini kebijakan yang temporary. Kita akan data dependent, lihat seberapa besar ini masih diperlukan dan dampaknya juga keseluruhan," katanya lagi.