NADIKABAR.COM — Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyatakan dalam upaya memperkuat hilirisasi komoditas di daerah perlu dibangun ekosistem yang terintegrasi.

"Hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan industri, melainkan pembangunan ekosistem yang terintegrasi mulai dari aspek produksi, regulasi, infrastruktur, pembiayaan, hingga penguatan sumber daya manusia guna menciptakan iklim investasi yang kondusif," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan upaya tersebut perlu didukung oleh regulasi yang semakin memudahkan investasi melalui dukungan rencana tata ruang wilayah (RTRW), penyelarasan proyek dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penerapan penguatan tata kelola yang bersih dari praktik pungutan liar, serta optimalisasi Online Single Submission (OSS).