Destry juga mendorong penguatan perlindungan hak cipta terhadap motif dan karya tenun NTT, agar memberikan perlindungan kepada para penenun sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk.
“Saatnya kita harus mulai meningkatkan hak cipta kita, karena apalagi untuk NTT dengan potensi yang besar, ini adalah menjadi sumber untuk ekonomi ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia juga menekankan penguatan ekonomi daerah perlu terus diarahkan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan melibatkan UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kalau bilang berkelanjutan, itu adalah urusannya ekonomi kerakyatan, UMKM, masyarakat berpenghasilan rendah. Itu perlu menjadi prioritas dalam pengembangan kolaborasi,” katanya lagi.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso mengatakan FCE 2026 menjadi wadah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pemberdayaan UMKM dengan tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan.”
Adidoyo mengatakan sejumlah program BI bersama Pemerintah Provinsi NTT diarahkan untuk memperkuat kapasitas UMKM, antara lain pengembangan ekosistem cabai dari hulu hingga hilir dan program peningkatan kapasitas serta kesiapan usaha UMKM.