BI NTT juga mendorong perluasan akses pasar melalui business matching ekspor. Salah satunya kerja sama ekspor kakao dari petani di Kabupaten Sikka dengan pembeli dari Australia dengan pengiriman awal sebanyak 20 ton senilai Rp1,1 miliar.
βAngka tersebut akan semakin besar seiring dengan peningkatan kebutuhan,β katanya.
Menurut Adidoyo, FCE 2026 juga menjadi ruang sinergi pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dunia usaha, dan media untuk memperkuat daya saing UMKM NTT agar mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia mengatakan FCE juga menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat diikuti masyarakat, seperti masterclass, talkshow, perlombaan, edukasi, pemeriksaan kesehatan gratis, dan donor darah.
Ia juga menyampaikan UMKM yang berjualan dalam FCE telah menyatakan kesediaan menyisihkan sebagian hasil penjualan untuk didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana di Flores.