NADIKABAR.COM β Bank Indonesia (BI) memastikan penurunan giro wajib minimum (GWM) secara rata-rata sebesar 2 persen tidak akan memicu likuiditas yang berlebihan di pasar karena dilakukan secara terukur untuk menyeimbangkan likuiditas perbankan, kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Firman Mochtar di Jakarta, Jumat.
Kebijakan ini juga disertai penyesuaian suku bunga deposit facility (DF rate) guna memperkuat transmisi kebijakan moneter.
βApakah ini (penurunan GWM) akan mendorong likuiditas berlebihan? Hitungan kita, tidak. Kami selalu menghitung, βBerapa uang yang beredar di masyarakat yang seharusnya terjadi? Berapanya itu dihitung atas inflasinya harus tetap dalam kisaran, PDB (produk domestik bruto)-nya yang konsisten dengan inflasi. Jadi itu bagaimana kita mencoba merangkai strategi GWM-nya,β kata Firman.