NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) menyatakan pergerakan nilai tukar rupiah masih dapat dikelola dengan baik, menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market ke standalone market pada pekan lalu.
“Sejauh ini, kalau kami lihat, masih manageable. Tidak berlebihan pergerakan nilai tukarnya. Sempat melemah di atas Rp18.000 (pascapengumuman MSCI), tapi tidak terlalu jauh. Kita masih bisa kelola dengan baik. Dan mudah-mudahan shock-nya secara perlahan mulai di-digest oleh pelaku pasar,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea di Jakarta, Jumat.
Adapun usulan reklasifikasi diumumkan MSCI pada Kamis (15/10) waktu setempat. Pasar merespons pengumuman itu dengan penurunan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (16/10) yang terkoreksi sebesar 11,57 persen.
Di sisi lain, rupiah berdasarkan Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Jumat (16/10) berada pada level Rp18.052 per dolar AS.
Erwin menyampaikan, BI mengamati adanya arus keluar modal (outflow) di pasar saham, tetapi enggan mengungkapkan besarannya lebih lanjut. Outflow, menurutnya, juga terjadi pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).