βKompetisi tersebut melibatkan 10 juri yang merupakan president chef dari 10 negara sekaligus berpotensi menjadi pembeli produk,β katanya .
Ia mengharapkan capaian itu membuka peluang pengembangan produk UMKM menuju pasar internasional.
Selain penguatan UMKM, pihaknya mendorong kemandirian pesantren melalui pelatihan kewirausahaan, pelaporan keuangan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pelaku Usaha Syariah Bank Indonesia (SIPUSBI), praktik budi daya cabai dengan metode Good Agricultural Practices (GAP), serta peningkatan kompetensi teknologi digital bagi santri dari lima pesantren di Banyumas Raya.
βPenguatan keuangan sosial syariah dilakukan melalui edukasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), termasuk pemanfaatan QRIS bagi pengurus masjid,β katanya.