NADIKABAR.COM — Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) alias Federal Reserve (The Fed) masih akan menaikkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) pada kuartal IV tahun ini.

Arah kebijakan tersebut dipengaruhi dinamika harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir. Destry mengatakan, harga minyak dunia sempat melonjak hingga US$ 125,53 per barel.

"Ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata Agustus 2026 yang berada di kisaran US$ 90,88 per barel," ungkap Destry dalam rapat kerja bersama Komisi XI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).