Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor nonmigas Indonesia.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun menjadi 2,54 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,98 miliar dolar AS, sejalan dengan penurunan impor migas dan peningkatan ekspor migas.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencatat surplus sebesar 7,25 miliar dolar AS.