NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi domestik masih memiliki ruang untuk tumbuh di tengah kondisi suku bunga tinggi. Suku bunga tinggi ini dipicu meningkatnya tensi geopolitik yang mendorong kenaikan inflasi di sejumlah negara.

Sejumlah bank sentral, seperti Federal Reserve (The Fed), European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan (BOJ), mulai menaikkan suku bunga. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya inflasi di masing-masing negara.

"FFR sudah mulai naik, tidak sajaFFR, kemarin jugaECB sudah menaikkan,BOJ juga sudah menaikkan, artinya sudah terjadi dampak dari harga-harga komoditas tersebut kepada inflasi. Dan kalau dari sisi PDB-

nya, kami melihat ini masih terus membuat PDB global itu tidak bergerak sekitar 3 persenan di 2026," ungkap Deputi Gubernur Senior BI, Aida S Budiman, dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur bulan September di Gedung BI, Jakarta, Rabu (23/9/2026).