NADIKABAR.COM — Kondisi Pasar Nangka Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat kian sepi usai ditinggalkan para pedagang. Banyak kios di dalam bangunan pasar kini dibiarkan kosong tak terisi, membuat suasana sangat hening tanpa aktivitas jual-beli.

Seorang pedagang produk kecantikan yang masih membuka kios dalam bangunan Pasar Nangka Bungur, Narita, mengatakan suasana sepi ini sudah terjadi sejak 2025 lalu saat imbas jumlah pembeli yang merosot drastis akibat akses pasar yang tertutup.

Ia mengatakan pada 2025 lalu, area depan bangunan pasar yang dulu digunakan untuk lahan parkir pengunjung mendadak digunakan sebagai area penampungan atau tempat relokasi sementara pedagang pasar Gardu Asem, Kemayoran yang kini sedang direnovasi.

Masalahnya, bangunan penampungan pasar ini menutupi area pintu masuk utama Pasar Nangka Bungur dan membuat area parkir jadi sangat sempit. Alhasil banyak pelanggan ogah masuk ke dalam bangunan pasar untuk berbelanja.

"Ada langganan bilang 'saya kira toko ini sudah nggak ada, soalnya saya cari sampai ujung jalan nggak ketemu', kaya gitu. Karena ini ketutupan penampungan, yang langganan pun juga kiranya sudah nggak ada toko di dalam," kata Narita saat ditemui NadiKabar.com, Senin (14/9/2026).

Tak cukup akses pasar yang tertutup oleh bangunan penampungan Pasar Garuda Asem, Narita mengatakan banyaknya lapak dagangan di pinggir-pinggir jalan depan pasar juga menjadi masalah tersendiri bagi pedagang di dalam.

Pasalnya, keberadaan lapak-lapak ini membuat banyak pelanggan yang datang dengan motor enggan untuk parkir dan masuk ke bangunan pasar lantaran barang-barang yang ingin dibeli sudah tersedia di pinggir jalan itu.