Ketika lulus dari D3 Radiologi Unisa, Sebastiana akan kembali ke Ternate untuk mengembangkan layanan kesehatan di rumah sakit yang dikelola kongregasinya.
"Jadi saya diutus untuk berkuliah radiologi untuk bisa kembali mengembangkan rumah sakit kami yang ada di Ternate," imbuh Sebastiana.
Meski memiliki latar belakang agama yang berbeda dengan mahasiswa Unisa, Sebastiana mengaku tidak mengalami kesulitan dalam proses adaptasi. Pengalaman di Rumah Sakit Ternate menurutnya sangat membantu untuk bersosialisasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.
"Kalau saya pribadi mau bersosialisasi sudah terbiasa. Di Ternate, kami punya mayoritas karyawannya masih dibilang 90 persen Islam. Jadi untuk mau beradaptasi atau mau bersosialisasi dengan yang lain saya sudah terbiasa," ungkapnya.
Dibanding agama, umur menjadi tantangan nyata yang dihadapi Sebastiana. Ia menyebut, teman-temannya di Unisa merupakan lulusan baru SMA sedangkan ia telah bergabung dalam kongregasi sejak 2015.
Oleh karena itu, Sebastiana sempat merasa canggung ketika harus berbaur. Namun, ia sangat diterima oleh teman-teman barunya, sehingga proses adaptasi berjalan dengan baik.