NADIKABAR.COM — Biaya produksi beras di Indonesia tercatat masih sangat tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Bahkan ongkos produksi beras nasional bisa tiga kali lipat lebih mahal.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas menilai tingginya biaya produksi beras di tingkat petani lokal dipicu oleh rendahnya produktivitas, kualitas varietas yang belum unggul, serta manajemen pertanian yang belum optimal. Alhasil untuk memproduksi 1 kilogram (kg) beras butuh biaya produksi hingga Rp 12.000.

"Lampung untuk mendapat 1 kilo beras, petani kita ongkosnya Rp 12.000. Karena kita tergantung kepada impor, nggak terlatih. Produktivitasnya rendah, varietasnya tidak unggul, manajemennya buruk, karena nggak terlatih," kata Zulhas dalam acara Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (5/9/2026).

Kondisi ini terlihat cukup memprihatinkan jika dibandingkan dengan efisiensi produksi beras yang dicapai oleh negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Di mana untuk mendapatkan 1 kg beras, negara itu hanya membutuhkan modal atau biaya produksi setara Rp 3.800.

"Thailand, Vietnam untuk dapat 1 kilo beras, ongkosnya itu Rp 3.800. Jauh sekali. Jadi produktivitas kita sepertiga. Dia Rp 3.800, kita Rp 12.000. Kita termasuk bangsa yang kurang tanggung jawab dong," tambahnya.